🌐 Bahasa Indonesia
繁體中文EnglishBahasa IndonesiaTiếng Việtไทย日本語한국어
Formulir konsultasi online
Beranda / Panduan hukum / Perlindungan korban

Perlindungan apa yang didapat korban kekerasan seksual?

Identitas dirahasiakan, didampingi saat diperiksa, dan tidak harus bercerita berulang-ulang.

Dasar hukum diperiksa 24 September 2026

Pokok penting

Ada, dan Anda tidak perlu menunggu putusan. Menurut Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Kekerasan Seksual, korban termasuk orang yang diduga mengalami kekerasan seksual (Pasal 2 angka 3). Nama Anda dan informasi lain yang bisa mengenali Anda wajib dirahasiakan, dan media tidak boleh memberitakannya. Saat diperiksa dan di persidangan, orang yang Anda percaya boleh mendampingi. Sidang pada dasarnya tertutup, dan ada prosedur agar Anda tidak harus bercerita berulang kali. Yang terjadi bukan salah Anda. Anda bisa melangkah sesuai kesiapan Anda. Catatan: istilah 性侵害 di Taiwan mencakup tindak pidana terhadap kebebasan seksual seperti persetubuhan atau pencabulan dengan paksaan; cakupannya tidak sama dengan istilah “kekerasan seksual” dalam UU TPKS di Indonesia.

Pastikan dulu Anda aman, baru urus prosedurnya

Jika Anda dalam bahaya saat ini juga di Taiwan, hubungi 110. Jika butuh konsultasi, pendampingan, atau rujukan, hubungi Saluran Perlindungan 113. Saluran ini buka 24 jam setiap hari, gratis, dan menerima laporan kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan pelecehan seksual. Setiap kota dan kabupaten juga punya pusat pencegahan kekerasan seksual. Pusat ini menyediakan saluran telepon dan bantuan darurat, membantu Anda berobat, memeriksakan luka, dan mengumpulkan bukti, serta menyediakan konseling, tempat tinggal darurat, dan konsultasi hukum (Pasal 6 ayat (1)).

Rumah sakit atau klinik tidak boleh menolak memeriksa Anda atau membuat surat keterangan luka tanpa alasan. Saat pemeriksaan harus ada perawat yang mendampingi, dan privasi Anda harus dijaga (Pasal 14). Pemeriksaan luka dan pengambilan bukti harus dengan persetujuan Anda, kecuali ditentukan lain oleh KUHAP Taiwan (刑事訴訟法) atau jika Anda tidak sadar atau tidak bisa menyatakan kehendak (Pasal 17). Persetujuan itu harus tertulis (Pasal 11 ayat (2) Peraturan Pelaksanaan).

Sumber informasi saluran: Informasi Saluran Perlindungan 113 dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan ↗.

Identitas Anda dilindungi hukum

Siapa pun yang karena pekerjaannya mengetahui nama, tanggal lahir, alamat, atau informasi lain yang bisa mengenali korban wajib merahasiakannya, kecuali undang-undang menentukan lain. Dokumen pemerintah dan pengadilan yang diumumkan kepada publik juga tidak boleh memuat informasi itu (Pasal 15 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Kekerasan Seksual).

Media tidak boleh memberitakan atau mencantumkan nama korban atau informasi lain yang bisa mengenalinya. Pengecualiannya hanya jika korban dewasa sendiri setuju, atau jaksa atau pengadilan menilainya perlu menurut hukum (Pasal 16 ayat (1)). Selain media, siapa pun juga tidak boleh menyebarkan atau membuka informasi itu kepada publik (Pasal 16 ayat (4)). Informasi yang bisa mengenali korban termasuk foto, video, suara, alamat, nama atau hubungan kerabat, sekolah, kelas, dan tempat kerja (Pasal 10 Peraturan Pelaksanaan). Pelanggar didenda administratif: orang yang wajib merahasiakan menurut Pasal 15 ayat (1), atau media yang memberitakan, NT$60.000–600.000 (Pasal 47–48); orang lain yang menyebarkan tanpa alasan sah, NT$20.000–100.000 (Pasal 48 ayat (4)).

Anda tidak harus menghadapinya sendiri: pendamping saat diperiksa dan di sidang

Dengan persetujuan Anda, orang-orang berikut boleh mendampingi Anda saat pemeriksaan maupun di persidangan, dan boleh menyampaikan pendapat: wakil sah (法定代理人), suami atau istri, kerabat sedarah dalam derajat yang ditentukan undang-undang, orang tua, anggota keluarga, dokter, psikolog, konselor, pekerja sosial, atau orang yang Anda percaya (Pasal 18 ayat (1)). Aturan ini tidak berlaku jika pendamping itu adalah tersangka atau 被告 dalam perkara tersebut, atau jika jaksa atau polisi menilai kehadirannya menghambat penyidikan (Pasal 18 ayat (2)). Di Taiwan, 被告 adalah sebutan bagi orang yang diperiksa atau dituntut sebagai pelaku, dan sudah dipakai sejak tahap penyidikan.

Anda juga bisa meminta dinas kota atau kabupaten menugaskan pekerja sosial untuk mendampingi Anda. Dinas tidak boleh menolak, kecuali jelas tidak diperlukan (Pasal 13 Peraturan Pelaksanaan). Jika korbannya anak atau remaja, dinas wajib menugaskan pekerja sosial, kecuali jelas tidak diperlukan (Pasal 18 ayat (3)).

Agar tidak harus bercerita berulang kali

Pedoman Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan tentang pengurangan keterangan berulang korban kekerasan seksual bertujuan mengurangi berapa kali korban harus ditanya, sejak melapor sampai sebelum sidang. Pedoman ini berlaku untuk korban di bawah 18 tahun, penyandang disabilitas intelektual, dan korban lain yang mengajukan permohonan, kecuali pekerja sosial, setelah menemui korban sebelum pemeriksaan, menilai prosedur ini tidak cocok atau tidak perlu.

Menurut pedoman itu, pemeriksaan direkam utuh dengan video dan suara, pada dasarnya diselesaikan sekali saja, dan pekerja sosial mendampingi dari awal sampai akhir serta boleh menyampaikan pendapat. Jaksa dan hakim sebaiknya menonton rekaman itu lebih dulu agar tidak memanggil korban lagi untuk hal yang sama. Ini prosedur administratif: penerapannya dinilai per perkara, dan tidak menjamin Anda tidak akan diperiksa lagi.

Di tingkat undang-undang, korban anak atau penyandang disabilitas intelektual dapat didampingi tenaga profesional saat diperiksa jika diperlukan (Pasal 19). Jika korban tidak mampu memberi keterangan karena trauma akibat kekerasan seksual atau keadaan serupa, keterangannya yang terdahulu dapat dipakai sebagai bukti, asalkan terbukti ada keadaan khusus yang membuatnya dapat dipercaya dan keterangan itu diperlukan untuk membuktikan tindak pidana (Pasal 26).

Perlindungan selama persidangan

  • Sidang tertutup: Sidang perkara kekerasan seksual tidak boleh terbuka untuk umum, kecuali korban dewasa sendiri setuju dan pengadilan menilai perlu (Pasal 27 ayat (1)).
  • Pemeriksaan terpisah: Pengadilan boleh memeriksa korban di luar ruang sidang, lewat sambungan video dan suara, atau dengan cara pemisahan lain. Jika korban anak, remaja, penyandang disabilitas intelektual, atau orang yang mengalami trauma dikhawatirkan tidak bisa bercerita dengan bebas atau lengkap saat ditanya langsung di ruang sidang, pengadilan wajib memakai cara pemisahan (Pasal 23 ayat (1)–(2)).
  • Batas pertanyaan yang tidak patut: Terdakwa atau pembelanya tidak boleh bertanya atau mengajukan bukti tentang pengalaman seksual korban dengan orang selain terdakwa, kecuali pengadilan menilai perlu (Pasal 23 ayat (4)). Pengadilan wajib langsung menghentikan ucapan atau sikap yang merendahkan korban berdasarkan jenis kelamin (Pasal 25).

Bantuan biaya dan dukungan lain

Atas permohonan korban, dinas kota atau kabupaten dapat membantu biaya pengobatan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan nasional, biaya pemeriksaan luka dan pengambilan bukti, biaya pemulihan psikologis, serta biaya perkara dan advokat (Pasal 28 ayat (1)). Siapa yang berhak, syaratnya, dan besarnya bantuan diatur oleh peraturan daerah masing-masing (Pasal 28 ayat (2)).

Setelah jaksa mengajukan dakwaan, korban juga dapat meminta ikut serta dalam persidangan. UU Perlindungan Hak Korban Kejahatan juga menyediakan layanan perlindungan dan kompensasi; baca penjelasan tentang keikutsertaan korban dalam persidangan dan kompensasi.

Apakah Anda harus mengadu sendiri?

Sebagian besar tindak pidana dalam bab KUHP Taiwan (中華民國刑法) tentang kejahatan terhadap kebebasan seksual tidak memerlukan pengaduan korban. Pengaduan hanya disyaratkan dalam keadaan yang disebut Pasal 229-1: perbuatan menurut Pasal 221 atau 224 terhadap suami atau istri sendiri, dan perbuatan menurut Pasal 227 oleh pelaku di bawah 18 tahun. Dalam perkara lain, begitu jaksa mengetahui ada dugaan tindak pidana, jaksa wajib segera mulai menyidik (Pasal 228 ayat (1) KUHAP Taiwan). Terkait korban anak, Mahkamah Konstitusi dalam Putusan 115-Hsien-Pan-6 (Agustus 2026) menilai aturan daluwarsa penuntutan dalam Pasal 80 KUHP Taiwan versi sebelum perubahan 2 Februari 2005 tidak memperhitungkan bahwa korban anak dan remaja biasanya tidak bisa segera mengungkap apa yang mereka alami. Sejauh itu, aturan lama tersebut melanggar hak korban untuk meminta negara menuntut pelaku. Putusan ini hanya menyangkut tindak pidana seksual terhadap anak yang tercantum dalam lampiran putusan (附表二), dan tidak berlaku surut: perkara yang daluwarsanya sudah lewat menurut aturan lama tidak dapat dituntut lagi, dan perkara yang sudah berjalan sebelum putusan dengan daluwarsa yang sudah lewat menurut aturan lama tetap mengikuti aturan lama (kecuali perkara asal yang dikembalikan). Perubahan Pasal 80 ayat (3) yang diundangkan 22 Juli 2026 menyatakan bahwa masa sebelum korban berusia 20 tahun tidak dihitung dalam daluwarsa penuntutan; cakupan penerapannya masih perlu dipastikan. Apakah daluwarsa dalam perkara Anda sudah lewat harus diperiksa tersendiri.

Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan advokat?

Anda dapat menunjuk advokat sebagai kuasa Anda dalam pengaduan (Pasal 236-1 KUHAP Taiwan). Setelah mengadu, Anda sebagai pengadu juga dapat menunjuk kuasa untuk hadir dan menyampaikan pendapat di persidangan (Pasal 271-1). Cara memberi keterangan, atau perlu tidaknya meminta ikut serta dalam persidangan, bisa Anda pelajari dulu sebelum memutuskan. Halaman ini berisi informasi umum, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.