🌐 Bahasa Indonesia
繁體中文EnglishBahasa IndonesiaTiếng Việtไทย日本語한국어
Formulir konsultasi online
Beranda / Panduan hukum / Perlindungan korban

Bisakah korban ikut serta dalam persidangan pidana?

Partisipasi dalam persidangan, pendampingan, dan kompensasi bagi korban di Taiwan.

Dasar hukum diperiksa 24 September 2026

Pokok penting

Bisa, tetapi hanya untuk tindak pidana tertentu dan dalam waktu tertentu. Korban tindak pidana yang tercantum dalam undang-undang dapat meminta izin pengadilan untuk ikut serta dalam persidangan, sejak jaksa mengajukan dakwaan sampai sidang pemeriksaan tingkat kedua ditutup. Jika diizinkan, Anda akan menerima pemberitahuan jadwal sidang dan dapat menyampaikan pendapat tentang bukti dan berat ringannya pidana. Korban yang tidak mengajukan permohonan pun tetap berhak didampingi dan menyampaikan pendapat. Layanan perlindungan dan kompensasi negara adalah jalur yang terpisah. Dalam proses pidana, hukum memberi Anda tempat untuk bersuara dan meminta bantuan.

Perkara apa saja yang bisa diajukan?

Menurut Pasal 455-38 ayat (1) KUHAP Taiwan (刑事訴訟法), permohonan hanya terbuka bagi korban tindak pidana berikut:

  • Tindak pidana, baik sengaja maupun karena kelalaian, yang mengakibatkan kematian atau luka berat.
  • Tindak pidana tertentu yang disebut satu per satu dari KUHP Taiwan (中華民國刑法), misalnya pembunuhan (Pasal 271), luka berat (Pasal 278), dan perampokan (Pasal 328), termasuk percobaannya sejauh tercantum.
  • Tindak pidana kekerasan seksual menurut Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Kekerasan Seksual.
  • Tindak pidana menurut Pasal 31–34 dan 36 UU Pencegahan Perdagangan Orang, serta Pasal 32–35, Pasal 36 ayat (1)–(5), dan Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak dan Remaja.

Jika korban tidak cakap atau terbatas kecakapannya menurut hukum, sudah meninggal, atau karena alasan lain yang tidak dapat dihindari tidak bisa mengajukan sendiri, permohonan dapat diajukan oleh wakil sah menurut undang-undang (法定代理人), suami atau istri, keluarga sedarah dalam garis lurus, atau anggota keluarga tertentu lainnya (Pasal 455-38 ayat (2)). Perhatikan: tindak pidana menurut Pasal 25 Undang-Undang Pencegahan Pelecehan Seksual tidak termasuk dalam daftar ini.

Cara mengajukan permohonan dan bagaimana pengadilan memutusnya

Permohonan tertulis diajukan kepada pengadilan di setiap tingkat persidangan. Sebutkan perkaranya, identitas terdakwa, hubungan Anda dengan korban jika Anda bukan korbannya sendiri, serta maksud dan alasan ingin ikut serta (Pasal 455-39). Pengadilan meminta pendapat jaksa, terdakwa, penasihat hukum, dan pendamping terdakwa, lalu menimbang keadaan perkara, hubungan pemohon dengan terdakwa, sejauh mana persidangan sudah berjalan, dan kepentingan pemohon. Jika dinilai tepat, permohonan dikabulkan; jika tidak, ditolak. Penetapan itu tidak dapat dilawan dengan upaya hukum (Pasal 455-40). Indonesia tidak mengenal mekanisme yang persis sama, jadi jangan menyamakannya dengan kedudukan korban dalam hukum acara Indonesia.

Apa yang bisa Anda lakukan setelah diizinkan?

  • Menunjuk kuasa: Anda boleh menunjuk kuasa kapan saja. Jika belum punya kuasa, sebagian aturan tentang penunjukan penasihat hukum oleh pengadilan berlaku juga bagi Anda (Pasal 455-41).
  • Memeriksa berkas: Kuasa yang berprofesi advokat dapat memeriksa, menyalin, menggandakan, atau memotret berkas perkara dan barang bukti selama persidangan. Jika Anda tidak punya kuasa, atau kuasanya bukan advokat, Anda dapat meminta salinan dengan membayar biaya di muka; pengadilan dapat membatasinya, misalnya demi privasi (Pasal 455-42).
  • Pemberitahuan sidang: Anda dan kuasa Anda diberi tahu jadwal sidang persiapan dan sidang pemeriksaan perkara (Pasal 455-43–455-44).
  • Menyampaikan pendapat: Setiap kali satu bukti selesai diperiksa, hakim ketua menanyakan pendapat Anda dan memberi kesempatan yang layak untuk membahas kekuatan pembuktiannya. Sebelum masuk ke tahap penjatuhan pidana, Anda juga diberi kesempatan berpendapat tentang berat ringannya pidana (Pasal 455-46–455-47).

Tanpa mengajukan partisipasi pun, Anda tetap terlindungi

Saat Anda diperiksa dalam penyidikan atau hadir di persidangan, anggota keluarga, dokter, psikolog, konselor, pekerja sosial, atau orang yang Anda percayai boleh mendampingi, asalkan Anda setuju (Pasal 248-1 dan 271-3 KUHAP Taiwan). Jaksa dan pengadilan wajib menjaga privasi korban dan dapat memakai sekat atau cara lain untuk memisahkan korban dari terdakwa (Pasal 248-3 dan 271-2).

Pada hari sidang, korban atau keluarganya pada umumnya dipanggil dan diberi kesempatan menyampaikan pendapat, kecuali dalam keadaan yang dikecualikan undang-undang (Pasal 271 ayat (2)). Jika tidak puas dengan putusan, pengadu atau korban dapat mengajukan alasannya dan meminta jaksa mengajukan banding (Pasal 344 ayat (3)).

Layanan perlindungan menurut UU Perlindungan Hak Korban Kejahatan

Yang berhak atas layanan perlindungan antara lain orang yang kebebasan seksualnya dilanggar oleh tindak pidana, orang yang luka berat akibat tindak pidana beserta keluarganya, dan keluarga orang yang meninggal akibat tindak pidana (Pasal 13). Lembaga perlindungan dan cabangnya dapat mendampingi Anda ke pengadilan dan membantu menyampaikan pendapat, membantu permohonan partisipasi, memberi konseling psikologis selama proses berjalan, serta membantu kebutuhan medis, keuangan, atau tempat tinggal (Pasal 15). Setelah menilai kebutuhan Anda, lembaga itu juga dapat memberi bantuan biaya pengobatan, konseling, perkara, dan advokat (Pasal 16). Polisi dan jaksa wajib memberi tahu korban bahwa ia dapat meminta layanan perlindungan dan kompensasi (Pasal 12 ayat (2)).

Atas permintaan, kejaksaan atau pengadilan dapat memberi kabar perkembangan perkara melalui sistem informasi perkara pidana untuk korban; layanan ini tidak berlaku untuk perkara anak (Pasal 26 ayat (1)). Jika Anda menggugat ganti rugi perdata terhadap pelaku, untuk sementara Anda tidak perlu membayar biaya perkara (Pasal 25 ayat (1)). Dalam perkara tindak pidana sengaja yang mengakibatkan kematian, luka berat, atau pelanggaran kebebasan seksual, jika terdakwa dilepaskan dari penahanan, pengadilan dapat memerintahkannya, bila perlu, untuk tidak mengganggu, menghubungi, menguntit, atau mendekati rumah dan tempat kerja korban selama paling lama dua tahun (Pasal 35 ayat (1)).

Kompensasi negara bagi korban

KategoriSiapa yang bisa mengajukanJumlah menurut undang-undang (NT$)
Kompensasi kekerasan seksualOrang yang kebebasan seksualnya dilanggar oleh tindak pidana100.000–400.000
Kompensasi luka beratOrang yang luka berat akibat tindak pidana800.000–1.600.000
Kompensasi keluarga yang ditinggalkan (遺屬)Keluarga yang memenuhi syarat dari orang yang meninggal akibat tindak pidana1.800.000

Permohonan diajukan secara tertulis, dengan dokumen pendukung, kepada komite peninjau kompensasi di kantor kejaksaan distrik tempat tindak pidana terjadi (Pasal 61–62). Hak meminta kompensasi hapus jika tidak digunakan dalam lima tahun sejak Anda mengetahui bahwa Anda menjadi korban, atau jika sudah lewat sepuluh tahun sejak kejadian; korban yang masih di bawah umur saat kejadian tetap dapat mengajukan dalam lima tahun setelah dewasa (Pasal 63). Jika kebutuhannya mendesak, Anda dapat meminta kompensasi sementara paling banyak NT$400.000 (Pasal 68–69). Jika Anda meminta orang lain mengurus permohonan dengan janji imbalan, perjanjian imbalan itu batal (Pasal 73 ayat (2)). Ketentuan kompensasi ini berlaku sejak 1 Juli 2023. Apakah Anda memenuhi syarat, dan apakah jumlahnya dapat dikurangi, ditentukan menurut undang-undang; jumlah di tabel tidak diberikan secara otomatis.

Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan advokat?

Sebelum memutuskan apakah akan mengajukan partisipasi, menyusun pendapat tentang bukti atau berat ringannya pidana, atau menyiapkan dokumen untuk kompensasi, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu. Halaman ini berisi informasi umum, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.